Di Dalam Tulisan Juga Terdapat Kebenaran Dan Pengetahuan
Wednesday, 20 May 2015
Bodhisattva Manjusri 文殊師利菩薩
Nama "Bodhisattva Manjusri", adalah perkataan Bahasa
Sanskerta yang artinya "Nasib Baik Yang Mendatangkan
Kesuksesan Yang Mentakjubkan" Di dalam Agama Buddha
Mahayana Bodhisattva Manjusri itu dianggap Pribadi Maha
Agung yang telah memiliki Kebijaksanaan Tinggi di antara para
Bodhisattva. Bersama-sama dengan Bodhisattva Samantabhadra,
beliau adalah merupakan Pembantu Utama Buddha Sakyamuni.
Beliau di dalam Daftar semua Bodhisattva, termasuk yang paling
Utama di bidang Menegakkan Buddha Dharma; beliau juga
dinamai "Pangeran-nya Dharma"
Menurut Kitab Suci Agama Buddha yang benama "Sutra
Shurangama Samadhi", beliau telah menjadi Buddha, pada
Kalpa-Kalpa (=hitungan waktu berjuta-juta tahun), yang tak
terhitung lamanya, di masa yang lampau, dan dinamai "Sang
Tathagata Yang Telah mengatasi, atau Telah Dapat Membangunkan
Benih Ular-Naga, atau Telah Mampu Membangunkan
kundalini Saktinya" walaupun beliau sekarang ini, manifest sebagai
Pembantu Utama Hyang Buddha Sakyamuni, dan berada di sebelah
kanannya Hyang Buddha Sakyamuni. Menurut Sutra-Sutra dan
Sastra-Sastra Buddhis, beliau adalah Sang Guru dari banyak sekali
Pribadi-Pribadi yang telah menjadi Buddha di masa-masa yang
lampau; dengan kata lain, beliau telah membimbing banyak
orang-orang yang telah memetik buah Ke-Buddha-an. Dengan
demikian Bodhisattva Manjusri ini lalu dinamai "Sang Ibu-nya
para Buddha di Tiga Alam.
Di dalam Sutra-Sutra Buddhis, terdapat banyak ceritera-ceritera
yang memberi gambaran bahwa beliau telah mengajarkan
kepada Pribadi-Pribadi yang mengadakan Pembinaan Diri, dengan
sarana Kebijaksanaan beliau. Manifestasi beliau yang bersifat
sementara didalam "Memegang Pedang untuk Memperkuat
Keberadaan Hyang Buddha atau Ajaran Agama Buddha "itu
mengungkapkan Kebijaksanaan beliau untuk melenyapkan
keragu-raguan para Bodhisattva pendamping Hyang Buddha,
yang kurang mampu dalam memberikan kecerahan, atau menolong
untuk mencapai pencerahan Agung-, kepada orang-orang lain,
agar mereka dapat memperdalam Dharma. Beliau itu selalu
mempergunakan kata-kata yang negatif, yang berisi penantangan,
dan diucapkan secara tiba-tiba, untuk memperingatkan manusiamanusia
yang berbuat salah. Di dalam Agama Buddha Sekte
Mahayana, beliau menggaris-bawahi, pertama-tama, melalui
Methode-Methode, atau Cara-cara, yang sifatnya untuk dipakai
sementara waktu saja, (bersifat provisional methods). Di dalam
sebuah Sutra, yang bemama Avatamsaka-Sutra, beliau telah
mendorong, memacu, seorang yang bernama Sudhade, untuk
mencari Dharma, hingga 53 (lima puluh tiga) kali. Doktrin, atau
Ajaran dari Agama Budha Mahayana, Sekte Dhyana, adalah
sama dengan Ajaran dari Sang Bodhisattva, mengenai "pintu-
Dharma".
Sejak Dinasti Hsin yang memerintah Wilayah Timur, umat
Buddha di Tiongkok, telah mempercayai Bodhisattva Manjusri.
Gunung Suci Wu Tai, di Propinsi Shansi, dikenal sebagai
Bodhimanda-nya Bodhisattva Manjusri. Para penganut Agama
Buddha, yang mempercayai Bodhisattva Manjusri, menjadikan
Gunung Suci tersebut, sebagai Pusat Kepercayaan Keagamaan.
Hari Kelahiran Bodhisattva Manjusri diperingati setiap tanggal 4 bulan 4 penanggalan Imlek.
Sumber : Buku Mengenal Para Bodhisattva
Penerbit : SASANA
Penyusun/Penyadur : Bhikshu Andhanavira
Mayor Laut (Pur) Drs. R. Sugiarto
Bambang
Illustrator : Hema Surya BAP
Lay Out : Bambang
